TENTANG DESA

Desa Gunung Sereng terdiri dari 13 dusun yang terbagi kedalam 6 wilayah administratif dan setiap dusunnya memiliki rata rata 100 kepala keluarga (KK). Baca Lebih Detail..

INFORMASI DESA

Informasi terkait desa gunung sereng yang anda dapat temui di bawah ini

BERITA DESA

Berita dan informasi terkait kegiatan masyarakat Desa Gunung Sereng

  • Si Hitam Manis Dari Gunung Sereng


    Dianugerahi banyak pohon sawo didesa tak juga membantu banyak perekonomian warganya, karena jarak tempuh desa dengan pusat keramaian membuat nilai jualnya menjadi tak sebanding lagi. Maka kami sosialisasiakan dan memberikan sedikit cara pengolahan lain dengan berbahan baku sawo. Seperti dodol sawo dan juga keripik sawo yang diharapakan dapat meningkatkan nilai jualnya. Jadi dari sini kami berharap warga dapat meneruskan inovasi ini agar menjadi umkm kecil yang juga dapat membantu perekonomian mereka.

  • Merayakan, Atau Memperingati Perayaan? Selamat Utang Tahun Indonesiaku



    Memperingati HUT RI yang ke-73 banyak acara di sajikan di tiap daerah terutama di kampung-kampung yang nuansa kedaerahnya lebih kental sehingga lebih terasa dalam memeriahkan ulang tang tahun republik ini yang tepat pada 73 tahun yang lalu indonesia memproklamirkan negeri ini yang di pimpin bapak proklamator kita Soekarno-Hatta.
    Memeriahkan acara HUT RI untuk bermain bola futsal botol bagi bapak bapak dan dewasa, lomba angkat tempeh bagi ibuk ibuk, lomba balapa karung dan karet estafet bagi anak anak di desa gunung sereng.


    Antusiasme masyarakat yang banyak karena ditahun sebelum sebelumnya memang tidak ada kegiatan sama sekalai di bulan agustus selain memasag bendera di tiap ruma rumah warga


    Memeriahkan acara HUT RI sangat penting terutama bagi para pemuda juga anak-anak guna untuk memupuk jiwa nasionalisme supaya lebih mencintai negeri ini yang telah merdeka sejak 73 tahun yang lalu sehingga kita perlu menjaganya dengan baik dan benar guna untuk meneruskan perjuangan para leluhur kita yang telah gugur dan kita melanjutkan perjuangannya di sesuaikan dengan zaman bukan berperang melawan penjajah.



  • Media Tanam, Beraktifitaslah Saat Kemarau Tiba



    Media tanam adalah suatu media atau bahan yang digunakan untuk tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman, media tanam juga merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. media tanam yang dikenalkan adalah media tanam dengan menggunakan air sisa bilasan cucian yang terakhir.
    Karena pada saat musim kemarau sulitnya air di desa gunung sereng membuat lahan yang ada tidak lagi produktif untuk ditanami palawija. Kebanyakan para petani tidak lagi beraktifitas ketika musim kemarau Panjang tiba. Sehingga dengan adanya inovasi ini petani juga dapat produktif  menanam saat kemarau karena air yang digunakan tidak terlalu banyak dan dapat menggunakan air sisa. Tanaman yang telah berhasil ditanam adalah kankung dan bayam.

    Dari sosialisasi yang telah dilakukan beberapa petani tertarik untuk mencoba dengan skala kecil terlebih dahulu, harapannya para petani bisa kemudian mengembangkannya setelah sosialasi dan pelatihan yang telah dilakukan

  • Pojok Kependudukan



    Untuk mendukung serta mengedukasi masyarakat terlebih lagi memperkenalakan masyrakat kepada KB, maka kami juga berkejasama dengna Bkkbn dalam pembuatan pojok kependudukan. Yang juga menjasi satu lokasi dengan rumah data sebelumnya. Pojok Kependudukan punya fungsi mengedukasi agar sejak dini sudah memiliki perhatian dan pengetahuan tentang isu-isu kependudukan.
    Pojok Kependudukan berisi berbagai hal seperti buku-buku yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mencari informasi. Setelah mendapatkan informasi, selanjutnya Pojok Kependudukan diharapkan dapat menjadi tempat yang tepat untuk mendiskusikan mengenai isu-isu kependudukan seperti remaja dan permasalahannya, urbanisasi, dan jumlah penduduk.

  • Survey Dan Peta Pus



    Salah satu program kerja dari KKN 27 UTM adalah bekerjasama dengan BkkbN untuk mendata sebagian maupun keseluruhan masyarakat Desa Gunung Sereng yang termasuk dalam PUS (Pasangan Usia Subur). Sebagai output dari kerjasama tersebut berupa peta PUS, penyuluhan KB (Keluarga Berencana) dan pembentukan kelompok KB yang di dalamnya akan diisi dengan berbagai sosialisasi maupun penanganan mengenai hal-hal yang perlu dibenahi di desa terkait KB.
    Survey dilakukan selama 3 hari dan dibantu dengan data yang telah ada sebelumnya dari posyandu.rumah kerumah dikunjungi untuk mendapatkan data terkait pasangan usia subur. Dusun yang difokuskan dilakukan pemetaan hanyalah dusun Gunung Sereng, karena dijadikan kampung percontohan untuk kampung KB daripada dusun dusun lainnya. Berbagai informasi dari hasil pemetaan sangat bervariasi, karena dalam penggunaan KB ada yang memakai suntik dan ada pula yang memakai pil. Selain itu banyak warga yang tidak melakukan KB, dengan alasan dulu tidak ada KB, suaminya merantau, dan ada pula yang mengatakan tidak cocok menggunakan KB sehingga memutuskan untuk berhenti KB. Bagi para ibu hamil mereka berhenti sementara dalam menggunakan KB, setelah melahirkan mereka baru menggunakan KB lagi.
    Hasil Survey kemudian dipetakan dan divisualisasikan dalam bentuk maps atau peta yang kemudian dicetak dan diperbesar untuk dimasukkan dalam rumah data yang telah dibuat sebelumnya.  

  • Rumah Data Kampung KB



    Kampung KB merupakan salah satu “senjata pamungkas” baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang “terlihat” oleh pandangan pemerintah. Tujuan dari adanya kampung Kb adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sector lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitasPrinsip program ini yang mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Progam yang kami jalankan saat ini di Desa Gunung Sereng termasuk salah satu pengenalan dari Program KB di Desa ini.
    Rumah data kependukan adalah rumah yang difungsikan sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan yang mencakup sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan di tingkat yang lebih kecil. mulai dari mengidentifikasi, mengumpulkan, memverifikasi, dan memanfaatkan data kependudukan yang bersumber dari, oleh, dan untuk masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari sinilah rumah data kependudukan dibentuk agar semua data kependudukan di kampung kb berada di satu pintu, yaitu rumah data kependudukan.

  • Senam Sehat Lansia, Makin Tua Makin Sehat



    Kesehatan menjadi tolak ukur pertama yang harus di perhatikan, banyaknya penyakit yang sering di alami oleh kaum lansia menjadikannya sebagai salah satu ide yang harus di tuangkan ke dalamnya demi memperoleh pencegahan terbaik dalam mengatasinya.
    Dengan bermodalkan ide, yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan bagi lansia sangat diperlukan. Kurangnya perhatian pada diri sendiri yang sering dilakukan oleh lansia menjadikan ide dasar dari program ini. Bidan di Desa Gunung Sereng telah memiliki program kerja juga yaitu senam sehat, melibatkan banyak ibu-ibu desa ini, maka dari itu kita bekerjasama dengan bidan setempat untuk mejalankan secara bersama.
    Senam sehat lansia yang biasanya dilakukan ibu-ibu posyandu kamboja dusun Gunung Sereng rutin dilakukan pada hari Rabu dan Sabtu. Senam ini biasanya di instrukturi oleh Ibu Suani, gerakan senam terdiri dari tiga tahap, tahap pertama pemanasan, tahap kedua gerakan inti dan tahap ketiga pendinginginan. Gerakan-gerakan senam yang dilakukan dikhususkan agar para lansia terhindar dari penyakit rematik, asam urat dan pegal-pegal.
    Gerakannya tergolong ringan dan santai agar para lansia merasa sehat dan bugar setelah melakukan senam. Banyak para peserta yang usianya diatas 50 tahun, tetapi masih semangat untuk datang dan berpartisipasi dalam senam tersebut. Semangat para ibu-ibu ini patut di acungi jempol, karena sebagian besar masyarakat pedesan sudah jarang yang peduli akan kesehatan, biasanya dari pada melakukan olahraga ringan setiap hari mereka lebih memilih untuk beres-beres rumah atau pergi ke pasar. Padahal dengan melakukan olahraga ringan seperti halnya senam, memiliki manfaat yang penting bagi tubuh, diantaranya menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kekebalan tubuh, memperlancar aliran darah, mengurangi stres dan meningkatkan stamina.


     Meskipun umur sudah menua tetapi kepedulian mereka akan kesehatan  melebihi anak muda, di usia senja mereka masih tetap semangat, datang pukul 08.00 WIB dengan seragam warna hijau kebanggaan mereka, para ibu-ibu lansia berbaris dan dengan semangat mengikuti gerakan-gerakan senam yang dilakukan oleh instruktur. Setelah kegiatan senam usai, biasanya ibu-ibu akan iuran sebanyak 2000 rupiah, uang ini akan digunakan untuk keperluan bersama, seperti hanya untuk membeli stik gula darah, cek kolestrol, dan membeli peralatan senam yang dibutuhkan.

  • Penyuluhan Program KB dan Sosialisai Perilaku Hidup Bersih & Sehat (Program KB)



    Pemerintah cukup disibukkan dengan masalah kependudukan, semakin hari semakin sulit mencari jalan keluar berbagai persoalannya. Meningkatnya pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun mempengaruhi tingkat pengangguran dan kriminal, karena keterbatasan lapangan pekerjaan, berjalan tidak seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk. Selain itu kecenderungan masyarakat untuk menerampkan “lebih baik menjaga daripada mengobati” juga sering dilupakan. Sehingga kami mencoba untuk memulai dengan beberapa kegiatan penyuluhan dan sosialisasi.
    Kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat lebih sadar lagi akan pentingnya program KB dan pentingnya Hidup Sehat. Program kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap pemerintah karena memang seperti kita ketahui bersama salah satu penyebab negara Indonesia masih termasuk negara berkembang adalah dikarenakan ketidakseimbangan antara bayi yang lahir dengan lansia yang meninggal dunia. Oleh karenanya, maka solusi yang bisa dilakukan adalah dengan program keluarga berencana(KB).


    Masalah kesehatan yang cukup tinggi di tingkat desa, salah satunya disebabkan minimnya perilaku hidup sehat dan bersih, Oleh karena itu, masalah kesehatan juga sangat penting, tidak ada program pembangunan kesehatan dapat berhasil apabila tidak didukung dengan kesehatan yang baik.
    Dengan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat diharapakna masyarakat mulai sadar akan pentingnya kesehatan. Karena dengan pendekatan dan sosialisasi dan parilaku yang benar maka masyarakat akan tumbuh kesadaran dan dapat berperan dalam upaya kesehatan. Di tingkat desa kami berharap petugas kesehatan dapat bekerjasama dengan kepala desa, kader dan masyarakat dalam meningkatkan berbagai Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat seperti Posyandu, Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) dan lainnya.




  • Model & Inovasi Pengembangan Produk Krupuk Sawo




    Program mengenai inovasi pengembangan produk Krupuk sawo menggunakan potensi desa yang ada di desa Gunung Sereng, melimpahnya  pohon sawo menjadikan ini ide dari adanya inovasi membuat kripik sawo. Sawo yang di dapatkan dari dusun 
    Ada beberapa tempat yang berpotensi memiliki sawo terbaik yang pernah ada di Gunung Sereng. Sawo yang dikenal sebagai sawo termanis daripada sawo dari desa lainnya tepatnya di dusun Parseh  Beih. Ada beberapa cara untuk mendapatkan buah sawo yang matang. Dari yang paling unik, yaitu kita mengikuti cara Bapak Amir Hamzah salah satu warga di Dusun Parseh ada cara yang dapat mematangkan sawo lebih cepat. Beliau menyebut cara tersebut dengan istilah “e pasakek ateh”. Cara mematangkan sawo tersebut sangat unik yaitu dengan menggunakan bambu yang ditusukkan ke pangkal buah sawo. Cara seperti itu kira-kira dapat mematangkan sawo sekitar 2-3 hari.


    Unik memang sebutan lokal yang kami dengar namun jika tidak menggunakan cara tersebut sawo akan matang sekitar 7 hari. Berikutnya cara kedua, dengan cara dikarbit  seperti pengkarbitan buah lainnya atau dalam bahasa madura disebut “e okep” dan akan matang sekitar 3-4 hari.

  • DESA KAMI DISINI

    Gunung Sereng

    • Jumlah Dusun :13 Dusun
    • Jumlah Penduduk :4095 Jiwa