• Budayaku, Budayamu, Budaya Kita Semua



    Budaya adalah salah satu peristiwa yang dilakukan oleh suatu desa atau wilayah tertentu, biasanya dijadikan sebagai salah satu ciri khas dari daerah tersebut. Tentunya disetiap desa memiliki kebudayaannya sendiri-sendiri, begitu juga di Desa Gunung Sereng ini. Salah satu bentuk kebudayaan yang ada di sini adalah Yasinan, tahlilan, sholawatan keliling kampung serta ziaroh kubur.
    Kehidupan di pedesaan Gunung Sereng tidak jauh berbeda dengan desa lainnya, bisa dikatakan sangat kental dengan aroma adat yang masih bertahan sampai sekarang, dan bahkan turun menurun sampai anak cucu mereka. Mempertahankan adat desa yang sangat disanjung adalah tujuan utama demi kemajuan desa itu sendiri, serta menjadi ciri khas dari desa tersebut.


    Sebagai contoh adat yang terjadi di daerah Gunung Sereng adalah adanya tilawah setiap setelah selesai sholat, pembacaan yasin di setiap malam jumat, selamatan kelahiran dan juga ada solawatan keliling kampung hampir tengah alam selama 7 hari, bertujuan untuk mencegah penyakit dan juga sekaligus selamatan karna telah terjadi Gerhana Bulan, melibatkan hampir semua laki-laki baik usia lanjut atau muda di dusun tersebut mengikuti kegiatan tersebut.
    Dari beberapa adat yang ada diatas, sebagian ada yang mewajibkan untuk ikut, namun juga ada sebagian warga yang tidak mewajibkannya untuk ikut. Hal ini menjadi kegiatan rutin yang selalu terjadi di desa, khususnya dusun Gunung Sereng.
    Masyarakat yang berada di daerah tersebut tidak pernah meremehkan budaya/tradisi ini, karena menurut mereka kebudayaan ini telah lama di dilaksanakan oleh orang yang berpengaruh besar yaitu nenek moyang Gunung Sereng, dan tidak boleh dihapus keberadaannya. Dari berbagai budaya di atas, mungkin yang paling menonjol disini adalah adanya solawatan keliling kampung, yang diadakan setelah sholat isyak sekitar pukul 20.00 WIB, dan ini akan terjadi selama 7 hari, bertujuan untuk mencegah penyakit yang terjadi, melibatkan hampir semua laki-laki Gunung Sereng baik usia lanjut atau muda. Tidak ada patokan waktu dalam sebulan, ini hanya akan terjadi apabila sudah sering terjadi penyakit yang berlebihan. Mereka percaya, jika mengatasi permasalahan ini hanya dengan perbuatan fisik saja tidak akan pernah selesai, jadi mereka meminta pertolongan yang Maha Kuasa dengan bersholawat keliling dusun untuk mendapat pertolongan.


    Di sini pun masih sangat kental dengan yang namanya Gotong Royong dalam banyak hal. Kekentalan inilah yang membuat desa ini sangat patut untuk ditiru, dalam beberapa hal jika memiliki permasalahan tertentu akan diputuskan secara musyawarah antara pemimpin atau perwakilan dari masyarakat yang di percaya.

  • 0 komentar:

    Posting Komentar