• Penduduk, Rumah Dan Lingkungan Hidup Desa Gunung Sereng



















    Jumlah total penduduk desa Gunung Sereng, sebanyak 4.682 orang dengan jumlah laki-laki mencapai 2.225 orang dengan jumlah wanita 2.427 orang. Tingkat perekonomian yang ada di Desa Gunung Sereng tergolong menengah ke bawah, para penduduk mayoritas pergi merantau ke luar pulau bahkan hingga ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari. Tingginya minat penduduk untuk merantau dibanding dengan mencari pekerjaan ditanah sendiri, disebabkan lahan pertanian yang tidak subur dan kemarau panjang, sehingga hasil panen yang dihasilkan tidak begitu melimpah dan hanya bisa dikomsumsi untuk kepentingan sendiri. Penghasilan yang didapat dari merantau jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan bertani di desa Gunung Sereng. Rata-rata usia para pemuda Desa Gunung Sereng pergi merantau adalah 15-20 tahun, dimana usia tersebut, merupakan usia produktif untuk dapat bekerja dengan baik. Berbekal ijazah SD hingga SMP penduduk yang merantau bekerja sebagai tukang cukur, buruh pabrik, tukang sate dan sebagainyaa

    Penduduk usia 50-64 tahun (usia non-produktif) kesehariannya hanya berkisar mencari rumput untuk pakan ternak, mencari kayu bakar, dan merawat ternak. Penduduk desa Gunung Sereng didominasi penduduk lanjut usia, hal ini disebabkan karena para pemuda pergi merantau, sehingga hanya terdapat para lansia dan anak-anak usia 0-14 tahun. Pendidikan terendah warga Desa Gunung Sereng adalah SD, hanya beberapa saja yang melanjutkan hingga tingkat SMP ataupun MTS, selebihnya melanjutkan ke pondok pesantren.


    Hal yang perlu diperhatikan juga mengenai perumahan serta lingkungan hidup yang berada di Gunung Sereng dan sekitarnya. Dapat dikatakan perumahan yang berada disekitar Gunung Sereng 80% masih sederhana sekali, dan sangat minim dengan adanya barang-barang elektronik yang canggih seperti dikota, dari beberapa rumah yang ada disini masih mempertahankan bentuk fisik dari rumah adat asalnya. Saat kita bertanya mengapa, mereka mengatakan selain karna faktor ekonomi ada juga yang mengatakan jika hanya ingin mempertahankan rumah adat dari nenek moyang mereka.
    Namun, ada beberapa juga sekitar 10% perumahan yang dibangun sudah memiliki kecorakan mengikuti perumahan di perkotaan, seperti contohnya adalah ada rumah yang sudah memakai keramik yang dipasang pada dinding rumah dari luar sampai dalam, dan ada juga yang hingga di pasang pada pilar-pilar rumah juga demikian. Perumahan yang bisa dikatakan sebagai rumah elit / kalangan keatas ada sekitar 10% nya.
    Selanjutnya, berkenaan dengan  lingkungan hidup sekitar secara umum bisa dikatakan untuk wilayah sekitar Gunung sereng tergolong lingkungan yang bersih. Namun terdapat beberapa wilayah yang masih mempunyai permasalahan lingkungan hidup seperti masih terdapat sampah berserakan di sudut sudut rumah warga. Tak hanya itu, sampah juga banyak ditemui dipinggiran sungai. Hal ini kemungkinan terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya media atau tempat khusus untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu yang bisa dilakukan berupa penyediaaan tempat sampah sebagai pemecahan permasalahan sampah. Selain itu juga diperlukan adanya penyuluhan tentang kebersihan lingkungan supaya masyarakat tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
    Kebiasaan yang sering dilakukan oleh warga sekitar adalah ketika mereka membuang sampah, mereka tidak memikir panjang, jadi mereka hanya menumpuk sampah tersebut lalu dibakar di depan halaman rumah mereka. Sesuai dengan yang diterangkan waktu kita melakukan wawancara, mereka mengatakan selain dibakar, mereka mengambil sisa-sisa pembakaran yaitu debunya untuk diberikan pada kandang ternak mereka, debu itu berguna untuk menghapus bau kotoran ternak yang ada dan mereka percaya debu tersebut menghangatkan tubuh hewan ternak tersebut.
  • 0 komentar:

    Posting Komentar