• Gunung Sereng


    Gunung Sereng merupakan salah satu dari 21 desa yang ada di kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Secara keseluruhan luas wilayah desa gunung sereng adalah 159 Ha dengan 98 Ha lahan kering dan 61 Ha lahan basah. Desa Gunung Sereng merupakan desa yang berada di daerah perbukitan dan jauh dari pesisir. Desa ini memiliki letak yang strategis dengan bata wilayah, sebeah barat berbatasan dengan Desa Sumur Kuning, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Buter, sebelah timur berbatasan dengan Desa Utedeng dan sebelah utara berbatasan dengan Desa Tanah Merah.
    Gunung Sereng termasuk salah satu desa diantara 16 Desa di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Gunung sereng terbagi dari 12 dusun yaitu diantaranya Dusun Gunung Sereng, Dusun Temor Masjid, Dusun Gunung Baris, Dusun Batu Ampar, Dusun Temor Gunong (binding), Dusun Sumur Leban, Dusun Laok Gunong, Dusun Dejeh Gunong, Dusun Parseh/Beih, Dusun Brumbung Dejeh, Dusun Brumbung Dejeh, Dusun Brumbung Lao’, dan Dusun Dejeh Lorong. Gunung Sereng merupakan desa yang berada didaerah perbukitan dan jauh dari pesisir. Jika dilihat dari pegunungan, letak desa gunung sereng  berada di dataran tinggi. Letak seperti ini mengakibatkan tanah di desa tersebut gersang dan sulit sekali mencari sumber air. Sehingga pada musim kemarau masyarakat disana kesultan air, oleh karena itu, tanah disana hanya ditanami pada musim penghujan.
    Mengenai jumlah penduduk desa Gunung Sereng, data terakhir yang dikumpulkan oleh petugas registrasi desa di awal bulan Nopember adalah 1460 jiwa warga Negara Indonesia (WNI) dengan rincian 713 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 747 jiwa berjenis kelamin wanita dengan 440 kepala keluarga (KK). Untuk warga negara asing (WNA) tidak ada yang berdomisili di desa Gunung Sereng.
    Namun diakhir bulan Nopember jumlah tersebut berunah menjadi 1457 jiwa NNI dengan rincian 711 jiwa berjenis kelamin pria dan 746 jika berjenis kelamin perempuan. Adanya perubahan angka jumlah penduduk tersebut disebabkan oleh adanya tiga warga desa gunung sereng yang meninggal dunia.
    Banyak lagi permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat Gunung Sereng selain yang dijelaskan pada keterangan datas, ketika memasuki musim kemarau panjang biasanya 5-6  bulan, dan efek dari musim ini mengakibatkan sumber pendapatan air dapat menurun atau kering. Hanya ada beberapa sumur yang dapat digunakan namun juga sedikit. Dari 30% sumur yang ada, hanya 5% saja yang dapat digunakan kembali pada musim kemarau, bisa dikatakan hanya hitungan jari saja yang dapat digunakan.
    Kampung yang agamis dapat dikatakan sebagai sebutan kampung ini, kekentalan terhadap Agama Islam sangat mencolok di setiap dusunnya, tak heran jika disetiap rumah pasti ada yang namanya Langgar (mushola). Kebudayaan selajutnya adalah adanya kekentalan terhadap Gotong Royong yang sudah mendarah daging di setiap warga Gunung sereng.  

  • 0 komentar:

    Posting Komentar